Kredit KUR KKPE TEBU

Kredit KUR KKPE TEBU Kredit Modal Kerja yang diberikan kepada petani peserta untuk keperluan pengembangan budidaya tebu, melalui kelompok tani atau koperasi yang bermitra dengan Mitra Usaha PG atau (Pabrik Gula).

Berikut syarat syarat kredit kur yang telah saya tulis dengan lengkap anda bisa membaca dan memahami bagaimana caranya mengajukan dan apa saya yang harus di penuhi guna pendapatkan kredit yang di buat pemerintah dan bunga kreditnya di subsidi oleh pemerintah.

Syarat KUR KKPE TEBU

  • Memiliki kartu identitas lengkap : KTP, KK
  • Menjadi anggota Kelompok Tani / Koperasi
  • Menggarap lahan sendiri atau petani penggarap
  • Bila petani penggarap disertai surat keterangan pemilik lahan yang diketahui Kepala Desa
  • Luas lahan maksimal 4 (empat) Ha dan tidak melebihi plafond kredit Rp. 50 juta per individu
  • Berusia diatas 21 Th atau sdh menikah
  • Menjadi binaan koperasi / perusahaan mitra / instansi terkait

Kewajiban Petani KUR KKPE TEBU

  • Menghadiri musyawarah Kelompok Tani dalam penyusunan RDKK
  • Mengajukan kebutuhan kredit dalam musyawarah Kelompok Tani
  • Menandatangani RDKK sebagai permohonan kebutuhan KKP-E
  • Menandatangani daftar penerimaan kredit dari pengurus Kelompok Tani
  • Memanfaatkan KKP-E sesuai peruntukan dengan menerapkan anjuran tekonologi budidaya dari dinas teknis
  • Membayar kewajiban pengembalian KKP-E sesuai jadwal

Syarat Kelompok Tani

  • Mempunyai anggota yang melaksanakan usaha/ budidaya yang dapat dibiayai dengan KKP-E
  • Kelompok Tani telah terdaftar pada dinas teknis setempat
  • Mempunyai organisasi dengan pengurus yang aktif, paling kurang Ketua, Sekretaris dan Bendahara
  • Mempunyai aturan kelompok yang disepakati oleh seluruh anggota
  • Kelompok Tani harus memiliki rekening simpanan di BRI
  • Kelompok Tani telah mengadakan Perjanjian Kerjasama dengan Mitra Usaha / Pabrik Gula (PG) (untuk tebu)

Kewajiban Klompok Tani

  • Menyediakan formulir RDKK
  • Menyeleksi petani calon penerima KKP-E
  • Menyusun RDKK dan disahkan oleh Pejabat yang diberi kuasa oleh Dinas Teknis setempat / Penyuluh Pertanian
  • Mengajukan permohonan kredit kepada BRI berdasarkan kuasa dari anggota kelompok
  • Menandatangani akad kredit dengan BRI
  • Menerima dan menyalurkan kredit kepada anggota kelompok
  • Melaksanakan administrasi kredit sesuai ketentuan yang berlaku
  • Mengawasi penggunaan kredit oleh anggota kelompok
  • Melakukan penagihan kepada anggota kelompok dan menyetorkan pengembalian sesuai jadwal yang ditetapkan, serta bertanggung jawab penuh atas pelunasan kredit kepada BRI

Syarat KKPE TEBU bagi koprasi

  • Koperasi Primer sudah berbadan hukum (Akta Pendirian & Perubahannya)
  • Memiliki perijinan yang diperlukan, legalitas dan usaha di sektor pertanian (seperti SIUP, TDP, NPWP dll)
  • Memiliki pengurus yang aktif
  • Memiliki anggota yang terdiri dari petani yang berusaha dalam budidaya yang dapat dibiayai KKP-E
  • Koperasi harus memiliki rekening simpanan di BRI
  • Koperasi telah mengadakan Perjanjian Kerjasama dengan Mitra Usaha / Pabrik Gula (PG) (untuk tebu)

Kewajiban Kredit Kur KKPE bagi koprasi

  • Menyeleksi petani / Kelompok Tani anggota Koperasi sebagai calon penerima KKP-E
  • Memeriksa kebenaran RDKK yang diajukan kelompok tani
  • Menyusun dan menandatangani rekapitulasi RDKK yang diajukan Kelompok Tani
  • Mengajukan permohonan kredit kepada BRI dengan dilampiri rekapitulasi RDKK yang telah disahkan oleh Dinas teknis setempat / Penyuluh Pertanian
  • Menandatangani akad kredit dengan BRI
  • Menerima dan menyalurkan kredit kepada anggota
  • Melaksanakan administrasi kredit sesuai ketentuan yang berlaku
  • Mengawasi penggunaan kredit oleh anggota
  • Melakukan penagihan kepada anggota kelompok dan menyetorkan pengembalian sesuai jadwal yang ditetapkan, serta bertanggung jawab penuh atas pelunasan kredit kepada BRI
  • Memberikan bukti pelunasan kepada Kelompok Tani

Syarat Mitra Usaha KKPE TEBU

  • Berbadan Hukum & memiliki usaha terkait dengan budidaya tebu dan atau dibidang pengolahan tebu atau untuk industri bahan bakar nabati
  • Bermitra dengan Kelompok Tani / Koperasi
  • Bertindak sebagai penjamin pasar tebu petani / Kelompok tani / koperasi sesuai kesepakatan
  • Telah memiliki perjanjian kerjasama dengan kelompok tani / koperasi yang mewakili petani peserta
  • Bertindak sebagai penjamin kredit /Avalist

Kewajiban Mitra Usaha KKPE TEBU

  • Membantu kelompok tani / Koperasi menyusun RDKK
  • Menandatangani RDKK yang disusun kelompok tani / koperasi
  • Mendorong Kelompok tani / Koperasi untuk melaksanakan kegiatan produksi dengan teknologi anjuran
  • Membina Kelompok tani / Koperasi untuk mengoptimalkan kredit secara tepat
  • Mengawasi atas penggunaan dan pengembalian KKP-E Tebu
  • Menampung dan mengolah hasil produksi dari kelompok tani/ Koperasi
  • Menjamin pemasaran hasil produksi
  • Menjamin pengembalian kredit kelompok tani / koperasi
  • Melakukan koordinasi dengan Dinas teknis setempat
  • Membuat dan menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan kelompok Tani / Koperasi

Syarat Kredit KKPE TEBU

  • Kebutuhan indikatif KKP-E per ha maksimal Rp 18 juta (sesuai ketentuan Deptan yang berlaku).
  • Besarnya pinjaman per petani maksimal Rp. 50 juta
  • Luas lahan maksimal 4 ha/petani
  • Bentuk kredit Pseudo R/K
    Tidak bunga berbunga
    Penarikan secara bertahap sesuai Rencana Penarikan & pengembalian Kredit (RPP)
    Pembayaran Pokok & bunga sekaligus pada saat jatuh tempo / pelunasan kredit
  • Jangka waktu kredit
    Jangka waktu pinjaman per Musim Tanam (MT) adalah per siklus usaha maks 20 bulan
  • Suku bunga :

Suku Bunga : LPS + 5; beban petani 7 %; subsidi 5%.
Selisih bunga petani dengan bunga bank : merupakan subsidi Pemerintah melalui APBN
Bunga dalam Brinets : bunga beban petani
Bunga SPMK : sesuai tabel
Direview tiap bulan April & Oktober

  • Provisi tidak dipungut
  • Penalty sebesar 50 % dari besarnya suku bunga yang berlaku atas tunggakan pokok dan atau bunga
  • Biaya administrasi sesuai ketentuan yang berlaku
  • Biaya meterai, biaya perjanjian kredit, biaya pengikatan agunan dan biaya lainnya atas beban debitur

 

Ketentuan Anggunan

  • Agunan pokok :
    Fiducia atas kegiatan usaha yang dibiayai seperti hasil gula atau tebu milik petani sesuai penyerahan hasil tebu yang berlaku di Mitra Usaha / Pabrik Gula (PG)
  • Agunan Tambahan :
    Al. seperti Penjaminan oleh Mitra Usaha / Pabrik Gula (PG) sebagai Avalis dalam bentuk Corporate Guarantee

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *